Archive | Bicara Jiwa dan Hati RSS for this section

Mimpi Saya Untuk HMI FE UII (Part-1)

Saya agak lupa kapan saja mulai masuk di HMI FE UII. Seingat saya pada tahun 2009 awal atau mungkin 2008 akhir. Sampai tulisan ini saya buat, saya masih tercatat sebagai kader yang hanya mampu bertengger dijenjang Latihan Kader 1. Terpikir untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, namun saya memilih bertahan dijenjang terakhir saya ini. Alasannya ? Nanti akan saya jelaskan pada bagian berikutnya.

Banyak pengalaman yang memang saya bisa dapatkan selama beraktivitas di HMI terlepas sudah banyak hal-hal yang tidak bisa saya temukan pada saat HMI menikmati sejarah emasnya. Di HMI FE UII saya juga bisa mengenal sistem internal lembaga kampus melalui kader-kader yang dikirim ke lembaga internal kampus seperti DPM maupun LEM atau lembaga-lembaga lainnya yang dibawah naungan KM UII, baik dilevel fakultas maupun level universitas.

Saya juga sempat diamanahi menjadi pengurus. Berposisi menjadi Ketua Unit Kajian pada saat itu. Sebuah posisi yang sebenarnya tidak menjadi perhatian khusus saya sebelumnya. Saya cenderung lebih tertarik pada Unit Pers yang menurut saya bisa melangkahkan HMI pada posisi yang lebih diperhitungkan sebagai opinion maker, setidaknya pada level kampus FE UII. Namun akhirnya saya ditempatkan pada posisi Ketua Unit Kajian, yaaa saya terima wong sudah ditunjuk.

Pada umumnya, masa bakti pengabdian menjadi pengurus selama 1 tahun atau 12 bulan. Namun pada periode kepengurusan saya, tidak dapat mencapai 12 bulan dikarenakan adanya surat dari Cabang HMI Yogyakarta untuk melakukan Rapat Anggota Komisariat sebelum Desember 2010. Saya pun sebenarnya heran, satu tahun saja kadang kurang maksimal menjalankan program kerja yang telah disusun, bagaimana jika harus dipotong ? Ya itulah yang terjadi. Pasti ada program yang tidak terealisasi. Tapi yang namanya instruksi apa boleh buat. Mungkin pada saat itu saya masih kalem untuk mengikuti instruksi. Daya kritis belum terbentuk.

Mungkin itu sekilas tentang bagaimana saya di HMI. Terlalu panjang jika harus dijabarkan dalam sebuah tulisan walau sebenarnya menarik buat saya. Selanjutnya mari kita agak serius membahas mimpi saya ini.

Jadi begini, saya ulangi, ini kita agak serius membahasnya. Sebagai kader yang peduli terhadap perkembangan HMI FE UII, tentu saya harus ikut memikirkannya. Minimal memikirkan, syukur bisa berkontribusi lebih. Selepas saya menjabat, saya memiliki banyak waktu untuk memikirkan HMI FE UII ini. Mau dibawa kemana kira-kira HMI FE UII ini. Sampai pada akhirnya saya menemukan benang merah dimana hal ini yang menyebabkan HMI kurang berkembang, bahkan cendrung monoton dengan kegiatan rutinitas yang selama ini sudah berlangsung. Bukan maksud untuk menganggap kegiatan rutinitas seperti diskusi, pelatihan baik itu LK1, LK2 atau SC, yasinan, PHBI dan rapat itu sudah tidak penting,namun saya menganggap HMI FE UII saat ini kurang gebrakan.

Kurangnya gebrakan inilah yang menurut saya menjadi benang merah kurang berkembangnya HMI FE UII dan cenderung monoton. Gebrakan disini saya maksudkan pada hal yang bersifat fenomenal, melibatkan masyarakat umum, mengasah intelektualitas, kepemimpinan dan  skill para kader, melibatkan seluruh elemen pengurus dan kader serta yang terakhir, berhasil mencuri perhatian publik.

Inilah yang menjadi sorotan saya dan membuat saya berfikir untuk membuat sebuah program yang mampu mengelurkan HMI FE UII dari status quo pada saat ini. Program yang saya buat ini tidak akan tuntas hanya dengan stru periode kepengurusan, namun lebih dari itu, tergantung progress yang dicapai pada setiap periode kepengurusan.

bersambung

* Everything is allowed, …

* Everything is allowed, except interrupting a manifestation of love *

The Pilgrimage

Beyonce – Listen

Mari kita bicara jiwa 🙂

#BicaraAntaraJiwaDanHati

Ada kalimat “Banyak yang bilang kamu beruntung lho mendapatkan aku, kamu merasa beruntung gak ??”, mungkin begitu isi kalimatnya tanpa mengurangi makna dari salinan aslinya.

Kamu merasa bangga dan bahagia ketika melontarkan kalimat tersebut dihadapanku. Ada rasa bahwa orang lain merasa kamu begitu sempurna atas dirimu sendiri. Kamu seperti sosok wanita yang dinginkan banyak pria dengan segala kelebihanmu. Kamu merasa dunia ini akan terasa bahagia jika ada sosokmu dalam lingkaran orang-orang tersebut. Kamu merasa menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarmu dan itu menjadi penting buat dirimu. Finally, kamu layak diperhatikan dan diperebutkan oleh orang lain.

Aku belajar untuk mengakui hal yang benar untuk dikatakan benar dan hal yang salah untuk dikatakan salah. Aku akui kalimat diatas tadi tentang dirimu semua benar. Tak masalah bagiku toh itu mungkin memang kenyataannya.

Tapi cobalah kita berfikir sejenak dan meresapi dalam2 kalimat tersebut. Adakah yang janggal ketika kamu mendengarnya ? Nampaknya tidak. Karena itu membahagiakan dirimu. Namun anehkan bagi orang lain yang mendengarkan ketika kamu sendiri yang berbicara hal tersebut ?? Terlebih terhadap orang yang menjadi lawan bicara mu tak lain tak bukan orang yang mencintaimu..

Patutkah kalimat itu terlontar ? Yakinkah kamu ketika berbicara seperti itu ? Menjadi pentingkah kalimar itu diucapkan ?

Satu pertanyaan yang muncul dan mungkin kamu bisa menjawabnya. Kira2 begini pertanyaanya :

Apakah orang lain merasa beruntung mendapatkan kamu akan tetapi kamu tidak cukup beruntung sehingga perlu mencari keberuntungan itu untuk dirimu sendiri ?

Mari kita bicara jiwa. Tulisan ini sesungguhya tak sesimple yang dituliskan. Tuhan bersama orang-orang yang mengerti dan mencari tahu kebenaran.