Arsip | POLITIK RSS for this section

Pilkada DKI ; Menuju kemapanan Demokrasi Indonesia ?

Gambar

(gambar dari beritasore.com)

Hasil hitung cepat atau quick count Pilkada DKI pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul dari pasangan Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara). Merujuk dari salah satu lembaga yang ikut melakukan survey yaitu Lembaga Survey Indonesia (LSI), pasangan Jokowi Ahok mendapatkan 53,81 % suara dan pasangan Foke Nara mendapatkan 46,19% suara. Press release-nya bisa anda dapatkan disini.

Namun yang menjadi sorotan saya bukan hasil dari hitung cepat tersebut, namun reaksi dari kedua kubu dalam memberikan sikap terhadap hasil tersebut. Setidaknya ada beberapa hal yang saya catat dari reaksi kedua kandidat tersebut.

Yang pertama adalah reaksi Jokowi yang begitu santai menyikapi hasil pengumuman tersebut. Bahkan ketika memberikan pidato kemenangannya, tampak sikap yang sangat santai yang ditunjukkan Jokowi. Bahkan Jokowi sempat berkelakar bahwa dia sedang terserang flu dan ini baru terjadi pada saat masa kampanye tersebut. Jokowi juga meminta pendukungnya untuk menahan euforia kegembiraan dengan tidak melakukan konvoi atau selebrasi berlebihan. Sebuah sikap yang patut dicontoh terlepas masih ada satu dua pendukungnya yang melakukan pesta atas inisiatif sendiri.

Kedua, Jokowi dengan jujur mengakui bahwa dia sudah ditelepon oleh Fauzi Bowo. Fauzi Bowo memberikan ucapan selamat dan pesan untuk membangun Jakarta yang lebih baik kepada Jokowi. Artinya disini Jokowi tidak merasa melecehkan Fauzi Bowo tapi lebih pada sikap keterbukaan kepada publik. Bahkan dihadapan pendukungnya, Jokowi mengatakan meminta bantuan Fauzi Bowo untuk bersama-sama membangun Jakarta.

Yang jetiga adalah sikap sportif dari Fauzi Bowo yang berani mengakui bahwa dirinya tidak terpilih lagi mejadi Gubernur Jakarta untuk periode kedua. Ini sikap yang harus dicontoh bahwa kompetisi selalu menghasilkan kubu yang kalah dan menang.

Keempat, Fauzi Bowo pun dengan elegan dihadapan pendukungnya mendukung Jokowi agar membangun Jakarta yang lebih baik. Dengan kalem Fauzi Bowo meminta pendukungnya untuk menerima hasil quick count ini dengan lapang lapang dada dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang menganggu kondusifitas kota Jakarta. Sebuah sikap yang nampaknya harus dicontoh sebagai sebuah sikap tidak mengeles diri dari kekalahan.

Kelima, sampai tulisan ini dibuat, tidak ada pergerakan massa pendukung dari salah satu kandidat untuk melakukan protes terhadap hasil quick count. Bisa saja para pendukung menunggu hasil resmi dari KPUD  DKI Jakarta namun melihat Fauzi Bowo telah mengosongkan rumah dinasnya, nampaknya ini menguatkan sinyal bahwa Fauzi Bowo telah berbesar hati menerima kekalahan ini. Potensi kerusuhan bisa dicegah dengan baik demi kondusifitas kota Jakarta.

Keenema, isu SARA nampaknya tidak laku untuk dijadikan black campagin. Artinya masyarakat bisa melihat seseorang dari tolak ukur kinerja, kapasitas dan kepemimpinan. Bukan dari latar belakang agama, suku atau etnis tertentu. Jokowi Ahok pun berhasil memanen sentimen negatif yang dihembuskan dari Fauzi Bowo untuk dikonversi menjadi dukungan suara mereka.

Ketujuh, yang menarik adalah tidak lakunya isu pelanggaran HAM. Seperti yang kita sama-sama ketahui, pasangan Jokowi Ahok didukung oleh Prabowo Subianto yang saat ini menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Ketakutan publik bahwa Prabowo akan mendompleng nama besar Jokowi nampaknya belum terbukti. Setidaknya pilkada DKI ini bisa menjadi bukti bahwa isu pelanggaran HAM tidak berhasil membendung ekspetasi publik yang rindu akan perubahan terhadap pasangan Jokowi Ahok.

Dari ketujuh hal yang saya catat tersebut, ada sinyal positif bahwa demokrasi Indonesia menuju era kemapanan. Mungkin terlalu berlebihan saya mengatakan hal tersebut, namun hal seperti ini jarang terjadi. Sekali terjadi menjadi ekspetasi publik yang besar akan kemapanan demokrasi di Indonesia.

Muhammad Gozyali

Menemukan Kembali Liberalisme – Fins

E-Book bisa di download disini.. Selamat membaca,,

Encyclopedia American Political History Princeton

E-Book bisa di download disini.. Selamat membaca..

WE FIGHT FOR OIL – A History Of Us Petroleum Wars

E-Book bisa di download disini.. Selamat membaca..

Politics Neoliberalism – Structure Process Outcome

E-Book bisa di download disini.. Selamat membaca..